Aku ingin melihat diri sendiri dalam tidur
Apakah dalam tidurku aku mendengkur keras?
Apakah dua gigiku saling beradu dan aku mengigau?
Pastilah dalam tidurku aku dijaga malaikat-malaikat
Tetapi mungkin juga aku malah dikerumuni jin-jin jahat
Melihatku dalam tidur aku ingin mecermati kejujuran
Karena ketika jaga aku adalah pembohong besar
Berusaha jujur dalam kebohongan
Berusaha bohong dalam kejujuran
Dunia impian dan kenyataan campur aduk
Melengkapi penderitaan
Istriku pernah bilang, aku tidur sambil tersenyum
Wajahku polos tanpa dosa seperti bayi baru dilahirkan
“Alhamdulillah…!!” seruku keras penuh suka cita
Dalam tidurku bisa kututupi aibku dengan kepolosan
Wajah tanpa dosa yang kudambakan terpancar menutupi kepalsuan
Padahal hati dan pikiranku setiap saat memikirkan kebusukan
Anakku bilang, aku tidur mendengkur keras sekali
Aku marah dan mengatakan mereka bohong dan mengada-ada
Padahal aku dihadapkan pada pengakuan apa adanya
Selalu saja aku mengenakan pakaian penutup kepalsuan
Demi wibawa kemanusiaan, kebohongan istriku lebih kusukai
Daripada kejujuran anakku dalam melihat kenyataan
Setiap tidur aku selalu cemas, panik dan ketakutan
Rasanya ingin tenggelam dalam bumi membayangkan aibku terbuka
Aku ingin menjahit mulutku sendiri agar tidak mengigau
Lebih-lebih mendengkur keras seperti binatang rakus
Sungguh mengerikan seandainya mimpiku bisa muncul
Disaksikan dengan penuh kebencian oleh istriku
Karena dalam mimpiku ada begitu banyak wanita cantik
Semua wanita itu siap memasrahkan jiwa raganya padaku
Mungkin kebanggaan anakku padaku akan langsung hancur
Seandainya mimpiku bisa mereka lihat dengan nyata
Karena aku sering mimpi terbang sambil telanjang bulat
Memaki-maki setiap orang menganggab diri paling pintar
Paling perkasa, paling suci dan paling benar
Aku ingin membuat kesepakatan dengan mimpi-mimpiku
Agar tetap berkenan menjadi rahasia pribadi
Aku ingin bekerjasama dengan segala macam igauanku
Agar dia hanya mengeluarkan suara-suara cinta dan kebaikan
Aku ingin merayu suara dengkurku agar mau menahan diri
Kalaupun harus terdengar hendaknya lirih dan lembut
Setelah sekian lama menunggu akhirnya kami bisa bertemu
Kuungkapkan keinginanku pada mimpi, igauan dan dengkuran
Mereka menolak keras keinginanku dalam menjaga pencitraan
Mereka mengaku hanya sekedar menjalankan tugas dan kewajiban
Kecuali Tuhan memberikan rekomendasi khusus
Karena menurut mereka; takdir hidup, mimpi, igauan dan dengkuran
Sudah digariskan jauh waktu sebelum aku dilahirkan
Kp. Lumbung, Bogor, 90211
Agung Waskito
Tidak ada komentar:
Posting Komentar