Rabu, 30 Maret 2011
DEMOKRASI PENJARAHAN
Seandainya ada setan lewat
yang membuat aku duduk di kursi legislatif
atau iblis jahat bawa musibah
aku terpilih jadi presiden, menteri atau dirjen
bisakah aku terbebas dari mahluk menjijikan
yang bernama korupsi?
Enggak janji! Mungkin dengan senang hati
aku akan jadi koruptor
karena trend sekarang rasa malu jadi perhiasan
dan hati nurani dicampakkan dalam kotoran
Aku melihat demokrasi penjarahan
Para Politikus bersaing mencari kursi
mereka membuat partai
bikin tim suksesi, berkampanye
bicara tentang kemakmuran
dan masa depan bangsa
mulut mereka menyuarakan perbaikan
dan begitu kursi kekuasaan diduduki
mereka membuat lembaga kolusi lintas partai
dengan program utama merampok duit rakyat
lalu apa bedanya Para Politikus
dengan Para Pencuri?
Awan berarak dunia terserak
ambisi berderak-derak kejahatan terus beranak
Para Politikus berdagang partai
membelanjakan nasib ratusan juta anak bangsa
Para Politikus jual diri
membakar mulut mengobral janji
bersama Para Setan membuat lingkaran raksasa
di tengahnya api berkobar dahsyat
membakar ludas amanat penderitaan rakyat
Aku melihat demokrasi penjarahan
puluhan foto yang terpajang
di spanduk-spanduk dan selebaran-selebaran
Para Caleg pasang wajah sholeh dan sholihah
mereka bikin puluhan pesta
bertumpuk amplop disebarkan
ratusan juta dibelanjakan untuk menjilat rakyat
begitu berkuasa puluhan milyar duit rakyat disikat
wajah mereka sembunyi di balik kitab undang-undang
tangan mereka mengotori air, mengeruk tanah
menjual tanah air, nasib rakyat semakin terpuruk
keluarga dan kroni-kroninya jadi raja-raja kecil
Seandainya ada malaikat lewat
yang membuat aku terus jadi rakyat
bisakah aku terbebas dari segala macam penipuan?
Enggak janji!
Atas nama demokrasi yang begitu sakral dan dihormati
Para pemimpinku sudah terlanjur pecah jiwanya
Terbelah-belah kepribadiannya
Para pejabatnya di setiap departemen korupsi ramai-ramai
Tak tercium hidung tajam KPK
Dan aku sebagai rakyat jadi komoditi kebohongan
Seliter beras demi secontreng pilihan
Tak apalah hak rakyat memang hanya untuk dibohongi
Pondok Cabe
12 Maret 2004
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar